085653535++ ridwanname@gmail.com

Kamis, 20 Maret 2014

Makanan yang baik bagi ginjal

Ginjal merupakan organ penting ditubuh, bahkan sama pentingnya dengan jantung. Ginjal merupakan peran penting untuk dalam mengatur keseimbangan asam dan basa, mempertahankan kalsium bagi tulang, mengatur tekanan darah,  dan merangsang sumsum tulang agar dapat membuat sel darah merah.
Seseorang dengan yang masalah dengan ginjalnya akan mengalami banyak sekali kesulitan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. mulai dari kesulitan buang air kecil, pembengkakan kelopak mata, kaki dan tangan dan rentan terhadap penyakit  Oleh sebab itu, kita di tuntut agar untuk selalu menjaga kesehatan ginjal agar selalu sehat.
Jenis-jenis makanan yang bisa Anda konsumsi untuk kesehatan ginjal:
1. Kembang kol
kembang kol mempunyai kandungan anti oktioksidan tinggi ang mencegah radikal bebas pada tubuh dan  juga kaya akan kandungan indoles , glucosinolates, dan tiosianat yang dapat membuang zat beracun dalam tubuh.
2. Putih telur
putih telur yang kaya akan protein yang mempunyai kandungan fosfor yang lebih rendah dari protein lainya. Yang baik untuk ginjal tapi bagi yang mengalamai masalah dengan ginjal di anjurkan menghidari kuning telur.
3.  Kubis
Kubis juga memiliki senyawa fitokimia yang dapat melawan radikal bebas. Radikal bebas yang  berbahaya bagi tubuh karena dapat merusak tubuh dan kulit. kubis mentah memiliki zat antioksidan tinggi untuk membuat ginjal sehat
4.  Ikan
Ikan bnyak mengandung asam lemak omega 3 yang bagus untuk ginjal dan dapat mengatasi masalah pada ginjal . dan bagi yang mengalami masalah pada ginjal di anjurkan untuk makan ikan
5.  jus sauran dan buah

keduanya memiliki sifat yang sama dalam menangkal  radikal bebas. Jus sayuran memiliki senyawa fitokimia sangat baik dikonsumsi oleh seseorang yang mengalami masalah pada ginjal. Sementara untuk jus buah juga kaya akan antioksidan yang dapat mencegah masalah pada ginjal yang bisa meningkatkan kesehatan ginjal.

sumber(pilihdokter.com)
No comments

Rabu, 19 Maret 2014

Manfaat jambu biji bagi kesehatan

Anda pasti pernah melihat jambu biji atau nemakannya bukan, kalaw belum kalian harus tahu apa itu dan manfaatnya bagi kesehatan Jambu Biji merupakan buah yang berasal dari Brazil dan di sebarkan ke Thailand, buah ini biasannya di kenal masrakat dengan jambu batu, jambu klutuk yang memiliki nama latin Psidium Guajava. Jambu biji ini sudah sangat akrab bagi masyarakat namun tak bnyak yang mengetahui manfaat jambu biji ini yang bnak mengandung vitamin A,B,C didalamnya.
Berikut manfaat dari buah jambu biji ini:

1.       Jambu biji berfungsi melingdungi sel-sel tubuh dari keusakan akibat radikal bebas.karena mengandung anti antioksidan dan vitamin C di didalamnya  yang biasa juga di gunakan sebagai perawatan kulit
2.       Kandungan vitamin C dalam jambu biji ini sangat tinggi yang berfungsi melawan sel kanker dalam tubuh.
3.       Kandungan vitamin B pada Jambu biji berfungsi meningkatkan kinerja otak dan penting  sebagai mengalirkan sirkulasi darah.
4.       Dapat meningkatkan kesuburan pada tubuh  
5.       Jus jambu biji memiliki khasiat obat alami yang dapat menyembuhkan masalah pernapasan.
6.       Jambu biji juga dapat memperbaiki penglihatan karena kandungan vitamin A yang tiggi di dalamnya.
7.       Kandungan kalium dalam buah jambu biji juga bisa digunakan untuk mengurangi tekanan darah dan juga mengontrol kestabilan tekanan darah Anda.

8.       Jambu biji dapat menurunkan kolesterol karena dapat mengencerkan darah sehingga akan meningkatkan sirkulasi darah.
No comments

Sisi gelap pertumbuhan

Pagi itu di sebuah di sebuah kantin yang terletak di bilangan kampus, saya  memesan teh hangat. Pagi, tentu enak menikmati secangkir teh hangat sambil membaca koran saya menyerumput teh itu.  Namun, saya merasakan rasa yang berbeda. Teh itu terasa payau. Manisnya bercampur dengan rasa asin. Ternyata tidak hanya berwudhu atau mandi saya merasakan air payau, tetapi merembet ke minuman teh saya. Air teh itu tidak saya habiskan karena tersa mual justru datang dan membuat gairah minum teh jadi sirna.
Dalam beberapa waktu belakangan air ledeng berubah jadi payau . kalau teh yang saya minum itu rasanya juga payau, apakah ada hubungan dengan  air ledeng? Saya tidak berprasangka kanti itu jelek. Ya barangkali kantin itu memasak atau mencuci dengan air ledeng. Tapi yasudahalh walau kecewa saya jadi terinpirasi membuat tulisan itu.
Saya teringat satu buku yang saya baca judulnya titik balik peradapan yang di tulis fritjof capra. Di dalam buku itu ada ada tulisan yang menarik yang mengupas tentang sisi gelap pertumbuhan. Saya coba mengulasnya sesuai dengan pemahaman saya dan kemudian sa ya kaitkan dengan pengalaman saya.
Pertumbuhan teknologi dalam rangka mengejar produktivitas telah menyebabkan suatu lingkungan dimana kehidupan menjadi tidak sehat. Kaum indutrialis mempropagandakan kemajuan kemajuan dan kemamkmukmaran namun di sisi-sisi gelapya di kesampinkan.kerusakan belakangan ini sudah begitu nampak di depan mata. Banjir,tercemarnya iar,krisis air, polusi udara, dan sebagainya. Capra sendiri lebih bnyak memberikan contoh bagaimana bahsaya nuklir bagi kehidupan manusia. Dan bahkan mengamcam eksententsi manusia. Bila skala bencana yang begitu besar di indonesia contoh bencan yang nampak adalah bencana lumpur panas di jawa timur karea hasrat pengusaha mendapatkan untung besar dan melupakan adanya bencana.
Menurut capra, hal ini ada juga hubungannya dengan pandangan yang di anut oleh ilmuan yang secara runtun lebih menekankan pikiran dab pandangan ang mekanistik ala dascartas dam mewonian. Bahwa dua materi din panang sebagai   kumpulan onjek-objek ang terpisah yang di rakit menjadi sebuah mesin raksasa. Lebih ringkasnya ,hewan , tumbuhan dan segala yang ada di alam sekitar kita adalah mesin. Mesin-mesin inilah yang di pandang sebagai aset.  Produksi yang bisa menghasilkan ke untungan ekonomis.
 Ketika prosuksi di kejar dan di kosumsi semakin meningkat,teknologi juga semakin di tingkatkan. Namun hal ini mengakibatkan telah membuat ketidakseimbangan di alam ini. Karena ekploitasi alam secara berlebihan. Dalam sebuah sistem alam, bila ada satu kerusakan pada komponen A bisa saja berakibat pada komponen B, komponen B mempengaruhi komponen C dan seterusnya. Pernahkan merenungkan bahwa apa yang telah manusia perbuat terhadap dunia ini yag begitu berlebihan> sayangya sisi negatifnya ini tidak mendapatkan proporsi yanng cukup untuk di bahas atau mendapatkan perhatian.
Lantas apa hubungannya pemgalaman saya di atas dengan apa yang di atas dengan apa yang di tulis  oleh fijrof capra? Deman huri juga pernah menulis dalam koran krisis air. Saya mencoba mengargumentasiknya, namun dalam kajian ysng lebih singkat ang di ulas frijof capra. Secara tidak langsung adalah fenomena sisi gelap pertumbuhan yang di kejar-kejar oleh pemerintah selama ini.
Laju siknifikan terhadap berkurangya perpohonan pengikat air . lantas hutan yang terbuka, membuat titik air langsung meluncur ke sungai, lantas ke laut. Erosi yang terjadi karena tanah yang di bawa oleh air ang mengalir mebuat sendimetasi. Sungai pun menjadi dangkal. Pada musim kemarau, volume air berkurang karena sudah terlepas ke laut sungai yang tawar kemudian berubah menjadi air asin, yang kemudian karena sulitnya iar, terpaksa juga di kosumsi dan membuat teh yang saya minum itu . ini hana bagian kecil saja dari keluruhan ketidaseimbangan itu.
Nafsu keserakahan untuk emnguasai alam ini telah membuat sebagianorang-orang bermodal melupakan kelestarian alam,  merupakan bencana , melupakan bagaimana nasib anak cucu nanti. Tidak hanya soal ekologis, karena mengejar pertumbuhan ekonomi telah mengakibatkan adana kesenjangan yang begitu besar antara kaya da miskin. Pada satu sisi ada manusia-manusia nan kaya harta yang melimpah ruah , namun sisi lain lebih bnyak manusia ang kelaparan karena kemiskinan yang luar biasa . ada orang denga mesian mesin produksinya mampu meraup keuntungan berlipat-lipat namun sebaliknya lebih bnyak manusia yang di rugikan .
Titik balik pemikiran
Kini , kita dhadapkan  pada sebuah realitas bahwa alam telah menjadi sekarang ini. Tinggal bagaimana  harus melakukan pemikiran ulang cara pemanfaatkan dan pengolahan alam dan lingkungan. Ttentu bukan hal ang mudah. Apalagi di saat ini tampaknya para pemikir besar pun seperti tak mampu memecahkan persoalan-persoalan yang din hadapi manusia ini
Barangkali yang di katakan Dr Aswandi suatu ketika saat saya coba diskusi dengan beliau< “dasarnya ada di hati manusia perlu di bersihkan”. Teknologi akan tetap berkembang namun harus di sertai moralitas, etika dan keimanan para pemegang teknologi itu.
Soal teh terasa payau? Terus terang, saya tidak ingin terus meminungya. Belum lagi jika iar sungai kapuas tercemar oleh berbagai bahan kimia. Hah, semkain mula saja rasanya. Tentu anda tidak mau bukan>>>..

Hers..
No comments

Sabtu, 15 Maret 2014

Daya ingat anda menurun mungkin ini penyebabnya....




Bila anda sering lupa bisa jadi anda mengidap penyakit demenisia apa itu penyakit demenisia?
Penyakit Demensia adalah suatu penyakit penurunan daya ingat atau berkurangnya fungsi otak akibat menderita penyakit tertentu. Penyakit demensia itu sendiri akan memperngaruhi timbulnya gangguam-gangguan lain seperti penurunan cara berfikir, tindakan, dan perilaku para penderitanya. Pada intinya semua hal-hal yang berkaitan dengan kinerja dan fungsi otak akan berkurang kualitasnya karena adanya penyakit ini. Walaupun penyakit demensia ini lebih sering menyerang orang yang berusia di atas 60 tahun, namun bukan hal yang mustahil bila orang-orang yang lebih muda beresiko terkena penyakit demensia ini.



Penyakit deminisia atau yang biasa di kenal dengan penyakit pikun di sebabkan oleh beberapa hal biasanya penyebab utamanya karena stroke ringan atau dalam istilah medis disebut demenisia vaskular atau penyebab yang kedua karena adanya penyakit parkison. Penyakit parkison ini yang menyebabkan timbulnya infeksi yang berpengaruh pada fungsi otak seseorang dan bisa di katagorikan sebagai penyebab penyakit pikun yang biasa terjadi pada oarang tua


Faktor-faktornya adalah:
1. Tidur
kurang tidur atau insomnia yang mengurangnya daya ingat. Tidur malam yang cukup sangat penting bagi berfungsinya ingatan kita. Tidur yang cukup sangat di perlukan pada tubuh setidaknya 6 jam tidur terasa cukup bagi otak untuk beristirahat
2.Depresi/stres
Penyebab yang kedua di karenakan depresi/stres yang merupakan penyebab yang melemahnya daya ingat. Hal ini dapat terjadi pada semua usia. banyak yang bisa menyebabkan depresi. Peristiwa-peristiwa serius yang melukai jiwa manusia, seperti tekanan batin atau masalah lainya..
3. Alkohol dan obat-obatan
Kecanduan minuman keras juga dapat menyebabkan penurunan daya ingat atau bahkan degenerasi terhadap kemampuan otak .


Berikut makanan untuk menambat daya ingat otak anda
1. Sayuran yang berwarna hijau atau berdaun hijau, bayam, kubis, selada
2. Kembang kol dan brokoli
3. jus buah buahan
4. buah berry dan buah delima
5. Kacang-kacangan
6. Ikan berlemak seperti lele,salmon, sardenl
7. Minyk nabati dan minyak zaitun


(info docter)
No comments

Jumat, 14 Maret 2014

Manfaat jahe untuk kesehatan tubuh

jahe memang terkenal dengan oromanya yang kuat. Namun juga Jahe merupakan rempah-rempah yang sangat bnyak digunakan di Indonesia. Tetapi digunakan sebagai bahan makanan, jahe juga digunakan untuk bahan obat herbal karena bnyak memiliki kandungan terapetik yang mujarab. Jahe dapat digunakan sebagai pengobatan anti muntah, mual, anti kanker, anti inflamasi, , antioksindan, sebagai penahan rasa sakit dan obat alergi. Berikut ini manfaat jahe bagi kesehatan:
Mengurangi muntah dan mual
kegunaan jahe dapat mengobati rasa mual, sehingga jahe juga bisa digunakan untuk mengatasi morning sickness, mabuk laut dan kemoterapi. Caranya dengan mengunyah sepotong kecil jahe untuk mengurangi rasa mual dan coba rasakan perubahanya..
Memperbaiki sistem pencernaan
Jahe juga dapat memperbaiki penyerapan nutrisi di usus, memecah protein dan melancarkan pencernaan. Jahe juga dapat mencegah terjadinya luka di saluran pencernaan.
Mengobati sakit kepala
Air perasan jahe dapat mengatasi sakit kepala. Hancurkan jahe dan rebus ke dalam air. Saring kemudian minumnya air rebusan tersebut selagi hangat.
Mengobati flu dan pilek
Jahe merupakan ramuan yang paling efektif untuk mengobati flu dan pilek karena jahe bnyak mengandung antihistamin. Caranya denga meminum air perasan jahe yang telah dicampur dengan madu untuk mengobati tenggorokan yang gatal. Bisa juga dapat meminum teh jahe yang dapat memperlancar hidung tersumbat dan tenggorokan yang sakit.
Meredakan nyeri menstruasi
Jahe juga dapat meredakan rasa nyeri akibat menstruasi apabila diminum saat masa awal menstruasi sedang berlangsung. Jahe juga dapat mengurangi gejala kram di perut dan kembung yang berhubungan dengan menstruasi.
No comments

Mangrove pesisir hancur kalbar di hantui bencana

Tak terasa sudah hampir 3 bulan kita merasakan bencana kekeringan di kota ini.seperti biasanya kota pontianak bencana yang paling di rasakan adalah meningkatnya kadar garam air sungai kapuas dan kabut asab. Mengapa ini terjadi peningkatan kadar garam air kapuas? Karena pada musim kemarau intrusi air laut meningkat ke arah sungai kapuas.
Berbicara meningkatna kadar garam (intrusi) di air sungai kapuas atau di daerah lain karena sungai kapuas berbatasan langsung dengan muara laut dan tidak terlepas juda dari keberadaan hutan mangroveyang berada di pesisir pantai, hutan mangrove mampu mempercepat atau memperlambat laju meninkatnya  (intrusi) di sungai kapuas.
Karena sungai kapuas berbatasan langsung dengan muara lautan lepas , sehingga apabila manggrove di sepanjang garis pantai muara mengalami kerusakan maka intrusi air laut tidak bisa kita hindarkan lagi apalagi di tambah kerusakan huta di daerah aliran seungai kapuas sudah sangat parrah.
Kalimantan barat merupakan salah satu daerah yang agris pantai terpanjang di indonesia,  yaitu kurang lebih 1000 kilometer yang terdapat di sepanjang garis kalbar seperti kab. Ketapang, kab. Bengkayang, kota singkawang kab. mempawah, dan kab. Sambas dari tanjung datuk sambas hingga manis mata ketapang. Sehingga keberadaan hutan mangrove sangat di butuhkan untuk menjaga  keberadaan pantai tersebut, apalagi sebagian garis pantainya telah mengalami kerusakan ang sangat parah.
 Menurut data weatland indonesia dan debhut (1997), ikan di wilayah hutan manggrove kalbar berjumlah 108 jenis ikan, mamalia berjumpalh 9 jenis, burung berjumlah 33 jenis, reptil berjumlah 6 jenis , biota planton berjumlah 23 jenis dan mempunyai 40 species tumbuhan dengan 4 zonasi yaitu (1) zona avecena, (2) zona sonneraia, (3) zona rhizopora dan bilugurelera (4) zona rhizopora, (5) nipah dan ,(6) zona pandan dan Nibung. Ini merupakan kekayaan keberadaan mempunyai manfaat baik secara ekonomis maupun secara ekologi yang sangat besar bagi kita semua.
Kalau orang menyebut wilayah perbatasan malaysia dan indonesia di sepanjang perbatasan disebut garda (garis depan) kalbar dan indonesia dan hutan daratan ttinggi di sebut heart of borneo . (jantung borneo). Penulis menganggap dan layak daerah pesisir kalbar pajanga hampir 1000km sebagai benteng kalbar. Kaerna di daerah pesisir nebjadi buffer zone enveropmental  (daerah penyangga utama lingkungan ) kalimantan barat. Daerah utama nuffer zone daerah pesisir adalah hutan maggrovenya.
Hutan manggrove lebih di kenal oleh masrakat kalbar adalah hutan bakau. Yang merupakan bagian ekosistem khas secara ekologis memiliki fungsinya yang sangat besar. Ia merupakan bagian dari frofil lahan basa sehingga hutan ini sering di samakan dengan hutan rawa gambut, hutan ini memiliki sifat dan ekosistem sendiri.
Ekosistem mangrove sangat behubungan dengan kehidupan manusia dalam mengontrol kondisi alam. Mangrove tumbuh lebat di pantai berlumpur, delta muara sungai besar, laguna dan teluk yang di lindungi di derah tropis dan subtropis, mangrove merukan ekosistem khas pantai yang di ppengaruhi oleh pasang surut (yasuko,1999).
Ada beberapa hal fungsi mangrove. Pertama, melndungi pantai , hutan mangrove merupakan salah satu tembok alam pantai yang baik untuk melindungi pantai, kedua,penambat butir makanan ikan merupakan habitat yang baik bagi ikan-ikan.baik untuk pemijahan (swaming ground) atau tempat pembesaran Ifeeding ground): ketiga, rumah rumah tampung kehiduan liar dan ikan : kelima, lahan rezeki nelayan: keenam, mengurangi intusi air laut.
Hilangya mangrove secara pesat di sepanjang pesisir pantai kalbar telah mampu memicu meningkatnya eroksi pantai, yang menyebabkan kerusakan alami ikan dan udang, peningkatan intruksi air laut ke darat serta mempengahui matta pencaharian nelayan dan petani, sehingga berkuranga hutan mangrove secara ekonomi pendapatan masyrakatt akan berkurang dan secara ekologis menyebabkan kehancuran ekosistem pantai. Apalagi hampir setengahnya kalbar tinggal di daerah pesisir.
Kehancuran ekosistem patai merupakan awal bencana ang akan di rasakan masyrakat pesisir yang merupakan langsung akibatdari hutan mangrove baik secar ekonomi maupun secara ekologis. Tetapi secara macrro juga akan di rasakan oleh seluruh masrakat kalimantan barat.
Seperti ang terjadi di aceh, nias, dan pengadaran akibat hutan mangrove di pesisir pantai tersebut sangat parah, ketika gelombang tsunami menerpa pantai tersebut, ratusan ribu meninggal akibat gelombang langsung menerpa pemukiman penduduk. Akibat di daerah bufer zone (penyangga) dalam hal ini hutan mangrove . untk menahan gelombang tersebut sehingga bnyak kerugian materi atau inmateri yang di rasakan oleh masyarakat di daerah tesebut.
Menurut vadama shiva dalam bukunya water war (2002) ekosisitem pantai di orissa mempunyai hutan bakau yang , selain berfungsi sebagai sabuk pengaman , juga berfungsi mengurangi kecepatan angin dan banjir. Bakau menyerap energi gelombang dan gelombang pasang, dengan demikian melindungi tanah di belakangya,pohon-pohon juga membentuk dinding penahan angin. Namun perusakan hutan bakau di orissa telah mengurangi kapasitas penyangga dari ekosistem pantai dan membiarkan gelombang badai dan angin tsunami merusak wilayah tersebut.
Adapun penyebab terjadinya kerusakan mengrove di kalbar: konveksi hutan mangrove menjadi lahan tambak; ilegal loging; ekpolotasi hutan mangrove yang di lakukan oleh HPH mangrove tidak menggunakan sistem slivikultur yang benar; dan kurangya  perhatian pemerintah terhadap hutan mangrove.
Memnag selami ini hutan mangrove sangat kurang di perhatikan pemerintah. Pemerintah lebih menfokuskan hutan daratan tinggi , sehingga mangrove dianggap hutan kelas 2. Kerusakan demi kerusakan tidak kita rasakan , seperti abrasi pantai hampir memakan badan jalan ini merupakan ancaman serius bagi kita semua.
Mestinya dengan adanya perubahan paradigma dari pemerintah, seiring dengan berkurangya hutan dan sumber daya lainya, paradigma pembangunan mencoba ekplotasi sumber daya yang berada di laut. Namun paradigma  dan oreinsesi ttersebut tidak akan berhasil apabila hutan mangrove yang merupakan bagian penyangga daerah pesisir rusak, karena kerusakan secara tidak lanngsung akan di ikuti oleh seluruh ekosistem ang ada di pesisir.
Rusaknya mangrove di sepanjang pantai kalbar telah mempercepat meningkatnya eroksi, rusaknya habitat ikan dan udang, meningkatnya intrusi air laut akan mempengaruhi pendapatan petani dan nelayan di sepanjang garis pantai.
Pebgolaan hutan mangrove di kalbar harus merupakan bagian integral dari pembangunan daerah ini karena mangrove merupakan benteng kalimantan barat.
Seiring berkuranga hutan daratan tinggi mismanemen, mangrove merupakan benteng kalimantan barat yang harus di perhatikan, sehingga terjadi ke seimbangan alam di daerah ini terjaga.

(deman huri)   
No comments

merindukan toleransi

Pak suto bukan seorang muslim, ia eorang kristen yang taat. Namun ia punya anak asuh seorang muslim. Di angakatnya si anak itu karena keluarganya kurang mampu dan disekolahkannya dari SMP hingga SMA. Tidak hanya sampai disitu, setelah anak itu lulus MSA. Pak suto juga mencarikan pekerjaan . saat anak itu menikah,dia membuatkan resepsi pernikahan yang meriah. Setelah anak itu  asuhnya  tinggal dirumah suaminya.
Soal keyakinan tetap menjadi urusan masing –masing si anak tetap shalat, sementara  pak suto ke gereja. Saat idul Fitri si itu pulang kerumah orang tuanya  merayakanya disana. Sementara saat natal si anak membantu pak suto, mulai dari menyiapkan makanan sampai membersihkan rumah.
Cerita ini memang benar-benar terjadi. Saya dekat dengan pak suto dan anak asuhnya itu. Pak suto tinggal , disungai durian kecamatan kabupaten mempawah. Kini si anak asuh itu sudah punya anak dan sudah punya suami pegawai negeri.ia masih tetap menjalankan shalat.
Walau bukan seagama, namun pak suto mampu sekat-sekat yang sebagian orang menjadi tembok pemisah yang begitu tebal untuk saling menolong. Dalam hati saya masih menggumam, inilah yang di sebut toleransi.
Ada contoh lagi yang cukup menarik sebagai perbandingan, pada natal tahun lalu, di jakarta dan di beberapa daerah lain kita mendengar bahwa ormas-ormas islam turut mrngamankan perayaan natal. Misalnya saja seperti yang di lakukan banser nahdatul ulama (NU) yang menggerahkan anggotanya , turut menjaga beberapa gereja mengamankan perayaan natal.
Dua contoh di atas sungguh hal  yang sangat menyejukan. Sejuk , karena dalam beberapa tahun kita selalu mendengar kabar buruk: tentang bom bunuh diri.bom natal, pembakaran gereja, pembunuhan orang-orang karena agama, dan sebaganya kerukunan umat beragama tercoreng dan ini menjadi trauma bagi kita semua .
Apa yang di lakukan pak suto dan banser NU menjadi sebuah contoh yang mampu mengajarkan kita bahwa damai dan kasih sayang itu begitu menyejukan. mereka bisa memaknai apa itu toleransi. Toleransi memang tidak cukup hanya d ucapakan saja , juga tidak cukup hanya menjadi wacana. Namun toleransi membutuhkan perbuatan,juga ketulusan.
Tolerans menjadi kata yang sungguh bersahabat untuk didengar. Bersahabat, karena kata ini bila diwujudkan dalam kehidupan keharmonisan dengan beragam agama akan menciptakan keharmonisan dan perdamaian. Da bersahabat pula bila kata itu membuat kami. Tidak saling memusuhi apalagi membunuh, tiak pula membuat kita merasa menjadi yang paling benar dan menggap yang lain itu perlu di musnahkan. Kita membutuhkan kata-kata yang bisa membawa sejuk sekalian damai yang menyeruak dalam kehidupan kita.
Sudah lama kata inin hilang. Sudah lama pula kata ini hanya ada di kamus bahkan jadi pelajaran pendidikan pancasila belaka. Namun mengupa kata ini bersinggungan kehidupan masyarakat. Kita sering tidak toleran ketika menghadapi perbedaan.  Kita tidak bisa melihat ada sesuatu yang berbeda dari komunitas atau berbeda dengan ideologi yang kita anut.
Bagaiman konflik, pertumpahan darah sering terjadi karena masalah perbedaan ini. Kekerasan demikian pula sering menjad jadi, karena tak ada yang mau mengalah, dan masing-masing teguh bahwa kelompokna paling benar.
Ada sang liyan (the other) yang kita anggap sebagai orang yang perlu di musuhi. Sang liyan itu pula yang mesti kita jadikan pesaing utama, dan kemudian yang kita bicarakan adalah soal menang kalah. Kita selalu bersaing memperebutkan jumlah umat. Fanatisme sempit juga telah membuat kita semakin buta akan mana yang substanssif dan mana yang artisial (hanya di kulit luarnya) kita juga sering sempit dalam memandang persoalan yang ada dalam lingkungan kita.
Kita sering melihat bahwa suatu kelompok yang dominan tidak toleran kepada kelompok yang lebih kecil. Di indonesia? Kita juga sering menyaksikan. dalam berbagai  situasi ada saja kelompok –kelompok terntu yang ingin memaksakan kehendak , paham, dan klaim kebenaran mereka pada kelompok lain.
Kini kita dapatkan pembelajaran dari dua contoh tadi. Dengan sebuah keyakinan bahwa rasa damai akan lebih nyaman dari rasa gusar, persahabatan akan lebih baik dari permusuhan, dan iklas akan lebih baik dari dendam. Ttoh surga masih tetap akan ada. Sementara keyakinan ini bila tidak diasah dengan jiwa yang penuh kesejukan akan menjadi gersang, dan tentu akan membuat kita jauh dari surga.
Kta mestinya bisa saling berdampingan, dan itu bisa terwujud bila keegoan masing-masing sedikit di tekan. Bukankah kita bisa menjaga agar perbedaan itu sebagai rahmat, dan bukan sebaliknya sebagai penghancur?

heriyanto 
No comments

Kamis, 13 Maret 2014

Pepaya mentah bagi kesehatan


Ternyata tidak harus pepaya yang matang dapat di makan dan menyehatkan tubuh, pepaya mentah yang warnanya pucat juga mengandung vitamin yang dapat menyehatkan tubuh. Tidak seperti pepaya matang yang memiliki warna menarik dan rasa yang lezat, pepaya mentah berwarna pucat keputihan, dan rasanya tidak seenak pepaya matang.

Pepaya mentah memang tidak memiliki rasa yang manis dan enak dari pepaya yang matang, tetapi kandungan dalam pepaya yang mentah tidak kalah menyehatkan dari pepaya matang. Pepaya mengandung enzim papain dan chyopapain yang sangat bagus untuk pencernaan tubuh. Enzim ini juga berfungsi sebagai mengubah protein menjadi asam amino, melawan rasa mual, konstipasi,dan membersihkan usus. Pepaya mentah berguna mencegah terjadinya infeksi saluran kemih bagi wanita. Berikut ini adalah manfaat pepaya mentah bagi kesehatan

Baik untuk pencernaan
Pepaya yang mentah kaya akan enzim yang berguna untuk mencegah terkumpulnya gas di usus.

Meningkatkan imunitas tubuh
Buah pepaya mentah maupun yang matang dapat meningkatkan kekebalan tubuh tubuh. Pepaya juga masak bnak mengandung vitamin A, C dan E. Sedangkan yang Pepaya mentah dapat mencegah terjadinya batuk,infeksi, dan pilek.

Mengobati konstipasi
Karena banyak mengandung enzim, pepaya juga bisa mengobati konstipasi secara alami dan kandungan papaind di dalam pepaya mentah lebih bnyak dari pada pepaya matang.
Membersihkan usus
Jus pepaya mentah merupakan jus yang sangat bagus untuk membersihkan usus.
Meningkatkan ASI
Wanita yang sedang menyusui harus banyak memakan pepaya mentah karena pepaya mentah dapat meningkatkan produksi ASI.
Mencegah infeksi saluran kemih
Wanita yang menderita infeksi saluran kemih di anjurkan meminum jus pepaya mentah untuk membantu melawan pertumbuhan bakteri yang menyebabkan infeksi pada saluran kemih.


Info (pilihdokter)
No comments

Beragam manfaat kacang polong

                                                                                                                         isyapeindo.com

Kacang polong merupakan kacang yang kaya akan gizi yang mengandung vitamin A, B1, B6, C dan K yang mampu membantu osteoporosis dan juga berguna untuk menguatkan tulang. Kacang polong juga kaya serat, rendah kalori, dan tidak memiliki kandungan lemak. Kacang polong juga merupakan jenis sayuran yang banyak protein dan mengandung antioksidan, yang dapat melawan penuaan. Pada artikel ini kita akan membahas manfaat kesehatan yang bisa diperoleh dari sayuran yang sangat bnyak di pasaran.
Sebagian orang tidak mengetahui bahwa kacang polong kaya akan vitamin b kompleks, yang membantu dalam metabolisme protein, karbohidrat, dan lemak. Selain itu kacang polong mengandung zat besi jadi jika Anda menderita kekurangan darah (anemia), masukkan kacang polong dalam menu sehari-hari Anda.
Kacang polong juga bagus bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah karena dapat mencegah munculnya plak-plak di pembuluh darah. Karena kacang polong bnyak mengandung vitamin K, maka kacang polong ini dapat mencegah stroke. Jika Anda ingin menguatkan tulang, makanlah kacang polong karena kacang polong bnyak mengandung vitamin K1 yang juga dapat mengaktifasi protein non-kolagen untuk mempertahankan kalsium dalam tulang.
Kacang polong juga mengandung asam folat, yang baik untuk tulang dan dapat mencegah terjadinya osteoporosis. Kandungan vitamin C dalam kacang polong juga dapat mencegah kanker ovarium dan kanker pankreas, selain itu juga dapat meningkatkan kekebalan imunitas tubuh.
Kacang polong kaya akan bnyak serat, yang dapat membantu proses pembersihan saluran pencernaan sehingga bersih dari toksin dan zat karsinogen yang dapat menyebabkan kanker usus.
Jadi jika Anda ingin tetap kuat dan sehat, tambahkan kacang polong dalam menu makanan Anda, minimal 2 kali seminggu agar kesehatan selalu tejaga..


(pilih dokter)
No comments

Rabu, 12 Maret 2014

Di ujung perubahan

Sedikit bercerita 
melalui dendang berlisan 
dari orang tua 

Air hujan tumpah meruah sepanjang hari                                                                                                    membasahi negeri, agar elok memberi 
ambilah wadah! Kata datuk                                                                                                                          simpankan sedepa untuk membasuh                                                                                                             istrahat sejenak,agar pelangi tampak menjadi 
disamping suruq sebelum pagi

Waktu berjalan
apakah langkah iklas menunggu                                                                                                                     usapkan cermin, kawan berjuang

Dendang berlisan                                                                                                                                         sebagai generasi                                                                                                                                           sampaikan tulisan                                                                                                                                         sebagai diri

Sampailah lisan beruap tulisan                                                                                                                        pada kami orang muda muda                                                                                                                   dalam tulisan                                                                                                                                                  simpankan kala

Di ujung perubahan
No comments

Televisi dan bahaya anak

           
Televisi telah menjadi semacam sihir elektronik yang telah menyedot perhatian bnyak orang . televisi telah menjadi  “Tuhan”. Bayangkan, betapa kita saat ini tak bisa lepas dari benda yang bergambar ini.selama 24 jam televisi hadir dan bisa dengan mudah masuk ke ruang ruang keluarga ,membawa tontonan kekerasan,mistik, dan berbagai acara yang tidak mendidik untuk di tonton tidak hanya orang tua tetapi juga anak-anak.
           Namun kita (munkn) tak menyadari bahwa selama ini kita belum mampu memanfaatkan televisi dengan baik. Alih-alih memanfaatkana,kita justru menjadi korban. Korban yang selama waktu tak pernah menyadari bahwa ia adalah korban.
          Kita di hadapkan dengan sebuah realitas , bahwa , pertama stasiun televisi semakin bnyak dan dengan aneka program acara yang masuk ke ruang-ruang keluarga tanpa batas. Anak-anak dengan mudah bisa menonton suatu mata acara kendati pun itu tidak di peruntuhkan buat mereka. Kedua, tampaknya perhatian anak-anak memang lebih besar pada televisi di bandingkan dengan waktu mereka di habiskan untuk belajar. Tidak hanyak prestasi anak yang di khawatirkan menerun, tetapi juga ketidakmampuan oarang tua dalam mengarahkan anak-anak mereka . ketiga ada sebuah kekhawatiran bahwa televisi berdampak pada perilaku, sikap, penampilan, dan pada akhirnya membuat masa kanak-kanak hilang
Ariel heryanto dalam rubrik asal usul kompas pada 3 desember 2006 pernah membuat sebuah anekdot.                 Katanya , seluruh jagat raya ini seakan-akan hanya sebuah mata acara televisi. Kita tidak bisa keluar darinya meskipun sudah memastikan pesawat televisi. Ternyata televisi tidak hanya menyampaikan rekaman atau laporan peristiwa yang sebelumnya terjadi. Justru sebaliknya, khidupan nyata sehari-harina di rancang,ditata,da di jalani layaknya tayangan televisi yang pernah merekan tonton. Kita berkat,bersikap,dan berperilaku sesuai dengan acara televisi yang kita tonton.
          Semakin bnyak acara televisi  tidak lagi memperhatikan soal etika dan semakin banyak pula yamg tidak bersahabat bagi anak. Di beberapa tempat ramai di beritakan bahwa seorang anak tewas setalah di SmackDown dii televisi. Sayangya, hal ini selalu terulang dan baru disadari dampaknya setelah korban berjatuhan.
           Batasan seperti dalam undang undang penyiaran tidak di patuhi. Ada aturan namun, di abaikan. Selama ini program acar yang di buat production house itu keluar begitu saja tanpa mampu di bendung. Dan kita memang tidak berharap bnyak pada lembaga seperti  KPI.
          Pada dasarnya televisi sebagaimana media lain secara garis garis besar punya  4 fungsi: pendidikan, sosial control,informasi, dan entertaiment (baca:hiburan). Namun tampaknya fungsi terahirlah yang dominan. Media televisi telah menjadi media bisnis raksasa sebagai saluran untuk meraih profit sebesar besarnya.
         Televisi juga karena disana ada banak keuntungan , dan keuntungan itu juga karena kita menjadi penikmat televisi yang paling setia. Bagi televisi rating adalah segala-galanya . rating di hitung dari bnyaknya orang menonton. Semakin bnyak orang menonton semakin bnyak juga keuntungan yang mereka peroleh , karena para pemasang iklan akan rela membayar mahal untuk program acara televisi yang punya rating tinggi, tak peduli acara itu mendidik atau tidak.
      Kritikan Neil Postman
        Tidak ada yang lebih menentang televis selain Neil Postman, salah seorang filusuf komunikasi dan pendiidikan terbesar. Ia mengibaratkan televisi sebagai sihir elektronik . neil Postman mengatakan bahwa kita menghibur diri sampai mati.”kita belum mati namun kita akan memiliki otak ang hampa,” demikian kata-katanya yang saya ambil dalam buku 50 pemikir paling berpengaruh terhadap pendidikan. Jawaban ini merefleksikan “dunia” televisi serba cepat namun berpengaruh sangat hebat pada kehidupan kita. Televisi telah cara pikir, cara belajar, dan mengungkapkan diri kita.
         Bagi Postman, sistem komunkasi elektronik mederrn yang membuat waktu dan jarak tidak lagi berarti merupakan penganti yang buruk bagi abad eksposisi yang meliputi cara berpikirr,metode belajar, dan sarana pengungakapan. Pendidikan sedang bergeser dari mengajar sebagai proses dialog menuju mengajar sebagai proses kegiatan hibuaran.
         Pada satu sisi televisi juga dapat sebagai sumber informasi yang mengandung daya tarik yang besar dan sumber pengalaman belajar utama.namun perlu di catat,hal yang terlaksana bila program acaranya secara substansif di susun dengan baik.
         Postman juga sering mengingakan lewat tulisan tulisanya,dan mendesak dunia pendidikan untuk sadar akan hilangya masa kanak-anak. Baginya, jika kta terus terjebak dalam teknologi ,termasuk televisi , masa kanak-kanak sebagai struktur sosial akan hilang. Televisi juga telah menghilangkan perbedaan masa remaja dan masa anak-anak. Apalagi bila kemudian televisi membuat anak-anak berperilaku, berpempilan, dan bergaya seperti orang dewasa. Sementara itu orang tua malah menjaadi kekanak-kanakan.
Institusi sosial yang menurutnya  mampu dan cukup kuat untuk menahan hilangnya msa kanak-kanak adalah keluarga dan sekolah. Sekolah harus mampu membuat anak tetap bisa menikmati masa kanak-kanaknya.              Dan dari semua  itu peran keluarga  juga sangat besar. Dari keluarga anak-anak melalui proses kanak-kanak dan kemudian menuju kedewasaan. Namun tidak bisa di paksakan kedesaan itu muncul dengan sebuah tekanan . biarkan anak-anak menikmmati masa kanak-kanak mereka.
        Di kampung, saya benar-benar merasakan menjadi seorang anak.televisi waktu itu hanya ada TVRI. Saya tidak menghabiskan waktu menonton televisi,walau memang ada waktu sesekali menonton televisi. Keseharian saya di temukan untuk saat ini. Misalnya membuat mobil-mobilan bermain layangan dan mencari udang.
       Ada sebuah kenyataan yang barangkali akan sangat menentukan bagaimana anak ke depan, yaitu budaya instan. Tampakanya seorang anak kini dengan mudahnya mendapatkan barang yyang mereka inginkan. Televisi juga telah mengajarkan kepada anak untuk memilih mainanan yang begitu menggiurkan. Anak-anak tak mau lagi bersusah untuk membuat mainan mereka sendiri,seperti ketika saya masih kecil.
Padahal anak-anak jaman sekarang akan menjadi generasi penerus mendatang. Jika kemudian muncul nilai0nilai baru, apakah akan menggeser n ilai-nilai lama, saa kira hal ini perlu menjadi perhatian keluarga dan sekolah. Dua institut ini yang masih mampu mengarahkan anak untuk massa depana.  Dan denga begitu kita akan sadar bahwa sekolah perlu ada semacam evoluasi ulang. Sehingga kita tidak berpikiran , jangan-jangan sekolah jadi pengesah dari kemusnahan masa kanak-kanak dengan berbagai tekanan.

       Saya kira kita juga sepakat  bahwa televisi tetap di butuhkan dan bisa menjadi sumber informasi. Namun di sudut lain kita juga mesti waspada, karena  disana  ada sisi gelap yang bisa-bisa membawa kita pada kehancuran generasi penerus bangsa, karena kita tahu bahwa televisi adalah sebuah industri yang keberlangsunganya sangat di tentukan oleh para penontonya, maka untuk mengatisipasi pengaruh televisi bagi anak-anak adalah dengan mengontrol tayangan mana yang bisa mereka tonton dan mana ang tidak. Dan semua itu sangat di tentukan dalam sebuah keluarga.    
Hers.
No comments

menyusuri hutan bakau,memetakan kawasan

Selama seharian kami melakukan pemetaan wilayah di hutan bakau Kubu yang akan dijadikan hutan konservasi. Ada puluhan orang yang ikut dalam pemetaan ini. Sebagian besar adalah warga Desa Kubu dan sisanya aktivisPerkumpulan Penggiat Konservasi dan Pengembangan Komunitas Mandiri (Pervasi). Kami menggunakan empat buah perahu motor kecil. Satu perahu bisa menampung lima hingga enam orang.

Perahu motor berjalan pelan menyusuri sungai-sungai, mengelilingi hutan yang hendak diselamatkan. Kadang kami masuk ke sungai besar dan terkadang masuk ke anak-anak sungai. Di beberapa tempat perahu tersangkut kayu-kayu bakau yang hanyut. Motoris harus pandai mengelakkan perahu.

Ini kegiatan yang menyenangkan, meski sebenarnya beresiko. Betapa tidak. Treking yang kami lakukan ini berada di kawasan konsesi hak pengusahaan hutan milik PT Kandelia Alam. Tanpa ijin, bisa saja kami dicegat oleh keamanan perusahaan atau pekerja di sana. Saat treking seorang petugas keamanan mengikuti perahu kami dari jauh. Untuk tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Mungkin karena kami cukup ramai, sehingga mereka tidak berani mengganggu.

Di sejumlah tempat kami melihat banyak tumpukan kayu hasil tebangan yang diletakkan di pinggir-pinggir sungai. Kayu-kayu itu sudah siap angkut. Tak jauh dari sana, banyak lahan kosong. Tunggul-tunggul kayu terlihat di sana-sini. “Ini sih babat habis,” ujar Dedy Armayadi, aktivis Pervasi, mengomentari aktivitas penebangan yang dilakukan perusahaan.

Di sejumlah tempat kami juga melihat banyak camp pekerja. Terlihat beberapa pekerja sedang beraktivitas. Suara gergaji mesin terdengar dari jauh. Ini menandakan bahwa aktivitas penebangan masih terjadi.

Dedy Armayadi berkata, “Kalau kita lihat, penebangan ini tidak dilakukan dengan sistem tebang pilih, tapi babat habis. Lihat saja, semua pohon, besar atau kecil dibabat.” 

Penebangan juga dilakukan hingga ke pinggir-pinggir sungai. Menurut Dedy, dalam aturan hal ini dilarang. “Dalam peraturan perundang-undangan ada aturan bahwa penebangan pohon tidak boleh dilakukan hingga ke pinggir sungai,” jelasnya. 
Herman Suparman Simanjuntak dari Pervasi bertugas memegang GPS. Lelaki berbadan gempal ini mengambil titik koordinat dari berbagai lokasi. “Ini penting pembuatan peta lokasi hutan bakau yang hendak dijadikan kawasan konservasi,” ujarnya.

Kasus ini bermula dari masuknya PT Kandelia Alam di wilayah kecamatan Kubu yang mendapatkan ijin untuk melakukan penebangan hutan bakau di kawasan tersebut. Perusahaan ini mendapatkan konsesi di wilayah Kelompok Hutan Sungai Radak Guntung, di Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat seluas 18 ribu hektar lebih. Ini kawasan Mangrove yang masih terjaga kelestariannya. 


Sedikitnya ada 8 desa yang sangat bergantung pada keberadaan hutan bakau di kawasan tersebut, yakni desa Kubu, Desa Dabong, Mengkalang, Sembuluk, Seruat II, dan Seruat III.
Warga merasa resah karena penebangan Pohon Bakau yang dilakukan PT Kandelia Alam sudah mendekati daerah pemukiman penduduk khususnya Desa Kubu dan Desa Sui Terus. Di Desa Sui Terus, misalnya, wilayah penebangan sudah mendekati jarak 500 meter dari kawasan penduduk.

Kelompok hutan sungai Radak Guntung posisinya sangat strategis guna menahan laju intrupsi air laut karena hutan tersebut mengitari daerah pemukiman warga. Jika hutan tersebut habis maka air yang merembes bukan cuma akan dirasakan masyarakat Desa Kubu dan Desa Sungai Terus tapi juga akan sampai ke Desa Teluk Nangka, Dabong, Desa Mengkalang, Olak-olak Kubu, Desa Seruat II dan Desa Seruat III, Desa Jangkang II.

Karena itu warga dibantu Pervasi berinisiatif memetakan kawasan ini. Nantinya wilayah yang sudah dipetakan akan diajukan pada Bupati Kubu Raya untuk mendapatkan rekomendasi, serta akan disampaikan pada dinas-dinas terkait seperti dinas kehutanan provinsi dan kabupaten Kubu Raya. 

Warga berharap, mereka masih bisa mengelola hutan bakau, meski sebagian wilayah hutan sudah rusak. Hutan bakau adalah wilayah yang sangat penting bagi warga kebanyakan adalah nelayan.

Warga memanfaatkan hutan bakau untuk mencari kepiting, udang, ikan dan berbagai tangkapan lain. Hutan bakau rusak tentu saja mempengaruhi pendapatan warga. “Kalau hutan bakau terus ditebang, kami akan cari makan dimana lagi?” ujar Sulaeman, ketua kelompok nelayan Kubu.

Kegiatan pemetaan selesai pada sore hari setelah sempat dihadang hujan yang deras. "Kami berharap usaha ini ada manfaatnya," ujar Dedy. (Heriyanto)
No comments

Selasa, 11 Maret 2014

Diekploitasi Karena Rupiah

Hujan baru saja reda. Namun rintik-rintik hujan belum sepenuhnya hilang. Malam itu, sekitar pukul 09.00 malam, seorang bocah duduk di perempatan lampu merah simpang Markas Polda Kalbar. Dia bersandar di sebuah papan pengumuman lalu lintas. Tangan bocah itu bersedekap menahan dingin. Bajunya basah.

Saat lampu lalu lintas menunjukkan warna merah, bocah itu segera beranjak. Jalannya gontai. Mungkin karena menahan rasa kantuk. Dia menghampiri para pengguna jalan yang sedang berhenti menunggu lampu merah. Dia mengulurkan tangannya, berharap para pengguna jalan merasa iba dan memberinya selembar dua lembar uang rupiah.

Saat lampu merah berubah menjadi hijau, kendaraan-kendaraan pun berlalu. Si bocah kembali ke tempatnya semula, duduk bersandar di papan pengumuman lalu lintas. Kali ini bocah itu tak mampu menahan kantuk.  Dia akhirnya terlelap di tengah riuh kendaraan yang berlalu lalang. Badannya meringkuk menahan dinginnya malam dengan baju basah yang menempel di badan. Hari semakin malam dan dingin semakin terasa. Namun si bocah itu tetap tak beranjak dari lampu merah. Semestinya di waktu seperti itu, bocah itu sudah terlelap dengan nyenyak di kasur yang hangat.

Dia juga semestinya tak mencari uang, demi alasan apapun. Hal yang tepat baginya tentu saja menghabiskan masa kanak-kanak seperti anak-anak lain, sekolah, belajar, bermain tanpa dibebani tanggungjawab mencari uang.

Para pengguna jalan yang lewat persimpangan lampu merah Polda Kalbar tentu tak sulit menemukan bocah itu. Setiap malam bocah itu mengemis di sana. Biasanya dia sudah ada di perempatan jalan mulai pukul 07.00 malam.

Junaidi, salah seorang warga yang bekerja tak jauh dari perempatan jalan itu bercerita, setiap malam dia melihat anak itu mengemis di lampu merah. Pada malam Minggu, anak itu datang lebih awal sekitar pukul 07.00 malam. Sementara di hari lain, biasanya datang sekitar pukul 08.00. “Pulangnya itu malam mereka. Biasanya jam 11 atau jam 12 malam masih ada di situ,” kata Junaidi yang bekerja sebagai tenaga keamanan itu.

Ada tiga anak yang biasa mangkal di sana. Dua anak lelaki dan satu perempuan. Bocah terkecil kira-kira berusia 7 tahun, sementara anak laki-laki kedua kira-kira berusia 9 tahun. Sementara bocah perempuan berusia sekitar 12 tahun.
Saya berupaya menggali informasi tentang ketiga anak tersebut dengan berbincang-bincang dengan anak-anak itu. Namun mereka sangat irit bicara. Si bocah terkecil misalnya lebih banyak diam saat diajak bicara. “Bapak kerja di luar tak pulang-pulang  bang,” kata si Bocah saat ditanya dimana orangtuanya.

Saya juga sempat berbincang dengan anak perempuan yang paling tua diantara ketiganya. Sama dengan si bocah, anak perempuan itu juga irit bicara. Tampaknya ada sesuatu yang disembunyikannya. Terutama tentang identitas mereka.

Si anak perempuan berkulit gelap itu hanya mengatakan mereka tinggal di wilayah Kota Baru, namun tak mau menyebut dengan pasti dimana tempat tinggalnya. Anak perempuan itu mengakui, mereka bertiga adalah saudara kandung. Dia mengatakan, dirinya berasal dari keluarga kurang mampu. Ayahnya bekerja sebagai buruh di luar Kalimantan dan ibunya bekerja sebagai buruh cuci. “Kami sembilan bersaudara,” kata anak perempuan itu.

Saat ditanya apakah mereka dipaksa mengemis oleh orangtuanya? Anak perempuan itu menggeleng. “Kami sendiri yang mau mengemis. Ini untuk bantu mamak. Biar ada tambahan uang,” kata anak perempuan itu. Si anak perempuan itu juga bercerita kalau mereka tetap sekolah di pagi hari. Si bocah paling kecil kelas 1 SD, yang satu lagi kelas 5 SD. Sedangkan dirinya kelas 2 SMP. “Uang yang kami dapat untuk jajan dan beli baju,” katanya.

Saya tidak tahu apakah pernyataan bocah itu benar atau tidak. Yang jelas, orangtua, saudara atau kenalan anak-anak itu semestinya melarang mereka menghabiskan waktu di jalanan untuk sekadar mencari uang.

Di Pontianak tidak sulit menemukan anak-anak yang menjadi pengemis di perempatan jalan. Selain di perempatan lampu merah simpang Mapolda Kalbar, anak-anak yang dijadikan pengemis bisa di temui di Perempatan Jalan Gajah Mada, Perempatan Jalan Tanjungpura, dan Perempatan Ahmad Yani (Depan Kantor Pajak).

Anak-anak itu dengan pakaian lusuh mengharapkan belas kasihan para pengguna jalan. Banyak diantara mereka yang masih balita. Mereka kerap berpanas-panas di siang hari bolong. Mirisnya beberapa pengemis melibatkan anak-anak yang masih bayi. Bayi-bayi itu kerap terlihat terlelap dalam gendongan para pengemis dewasa.

Pemerhati anak, Hairiah, mengatakan, anak sering dieksploitasi oleh orang dewasa untuk memperoleh penghasilan. Anak bekerja di jalanan sering kali bukan pilihan anak itu sendiri. Kondisi rumah tangga yang miskin seringkali menjadi pembenar anak-anak berada di jalanan.

Menurut Hairiah, pemanfaatan anak-anak untuk mengemis di jalanan merupakan salah satu bentuk eksploitasi  anak yang tergolong sebagai perdagangan anak. “Ini jelas-jelas dilarang. Undang-Undang No 23 Tahun 2002 jelas mengatur larangan eksploitasi anak dalam bentuk apapun, termasuk mengemis. Anak yang dipaksa mengemis dan hidup d jalanan sangat berisiko bagi anak itu sendiri,” jelasnya.

Ada sejumlah modus untuk memanfaatkan anak-anak di jalanan. Dari pengalamannya selama ini diketahui, usaha untuk memanfaatkan anak mengemis tersebut ada yang terorganisir. “Anak-anak itu sudah dilatih terlebih dahulu. Mereka kemudian didrop di sejumlah tempat yang cukup ramai dan meminta-minta di sana,” kata Hairiah.

Namun ada juga anak mengemis yang merupakan suruhan orangtua. Meski berbeda modus namun tujuannya mendapatkan keuntungan. “Dengan membawa anak-anak mungkin mereka berfikir akan lebih banyak orang yang merasa iba dan kemudian memberikan uang. Mereka tidak memikirkan bagaimana kondisi anak mereka. Ini sangat kita sesali,” ungkap Anggota DPD Asal Kalbar itu. 

Hairiah berharap pemerintah bisa bersikap tegas pada tindakan eksploitasi anak tersebut. Menurut Hairiah, peran pemerintah sangat penting untuk melakukan penertiban karena kasus ini termasuk kategori kejahatan terhadap anak.

“Jika alasan mereka mengemis karena orang tua tidak mampu, maka negara dalam hal ini Dinas Sosial harus mengambil peran pengasuhan. Anak-anak itu bisa ditempatkan pada panti-panti yang ada. Pemerintah harus menanggung biaya hidup mereka sebagaimana diamanatkan dalam undang-undang,” tegasnya. (heriyanto)
suarapenyungkil.blogspot.com
No comments

hutan di tebang bencana datang

Ribuan hektar kelapa di Desa Seruat Dua, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat mati secara misterius. Dugaan sementara, penyebabnya adalah serangan hama kumbang badak. Namun warga desa lebih yakin, air laut yang merangsek masuk ke wilayah desa-lah biang kerok semuanya.

Pagi masih berkabut di Desa Seruat Dua, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Syamsudin Punna, 35 tahun, sudah siap dengan berbagai perlengkapan. Sebuah perahu motor tertambat di sungai kecil di depan rumahnya. Warga Desa Seruat Dua itu hendak menuju kebun kelapa miliknya yang bisa dijangkau dengan perahu.

Perahu bergerak dengan pelan. Suara mesin perahu menderu. Tak sampai 10 menit, terlihat di sepanjang pinggir sungai, batang-batang pohon kelapa berdiri menjulang, sama sekali tak berdaun. Tampak seperti hamparan tiang bendera. “Ini kebun kelapa milik keluarga kami. Lihat saja, kini jadi begini. Habis, mati semua,” ujar Syamsudin sembari menunjuk ke arah batang-batang kelapa yang sudah mati itu.

Perahu menyusur ke tempat lain. Di sejumlah tempat, terlihat banyak pohon kelapa yang sudah tidak berbuah meski daunnya masih lengkap dan berusia produktif. “4 tahun lalu, pohon kelapa ini masih berbuah lebat, namun sekarang berhenti total. Lihat daunnya sekarang menguning. Saya takut ini merembet ke kebun lain yang masih berbuah,” kata Syamsudin dengan mimik serius.

Lokasi kelapa yang mati rata-rata adalah daerah yang telah terendam air laut. Menurut Syamsudin, di lokasi yang cukup tinggi pohon kelapa mereka masih baik-baik saja. “Saya tidak tahu istilahnya secara ilmiah bagaimana, tetapi menurut pengalaman kami sih kematian kelapa ini ada hubungannya dengan masuknya air asin,” tambah Syamsudin.

“Setiap tahun kan kebun kelapa kami secara perlahan yang di muara itu mati. Begitu kebun yang ada di laut itu mati kami bikin lagi kebun di tempat lain. Begitu mati lagi, kami akan bikin lagi di tempat lain. Nah kalau lahan sudah habis otomatis kami tidak ada lahan untuk berpindah-pindah lagi, bertahan di tempat yang ada. Kalau di lahan yang ada ikut mati juga ya kami nggak bisa apa-apa lagi, ya ikut matilah,” cerita Syamsudin saat berkeliling lokasi kebun.

Kondisi yang sama terjadi pada kebun kelapa milik Muhammad Yunus, bendahara desa. Lokasinya sekitar 100 meter dari kebun Syamsudin. Beberapa hektar kebun kelapa milik Yunus juga mati dan tidak berbuah. “Saya harus cari lokasi lain untuk menanam kelapa yang baru. Kalau mengandalkan kebun yang lama, sekarang kurang produktif,” kata Yunus.

Mencari lokasi baru bukan perkara mudah. Tanah yang tersedia semakin menyempit. Kalau pun sudah ada lokasi baru, tanah itu tidak bisa langsung ditanami kelapa. “Tanah di sini khan gambut, jadi nggak bisa langsung ditanam kelapa. Minimal harus ditanam jagung dulu. Kalau gambutnya sudah kurang baru bisa ditanam kelapa,” tambah Yunus.

Penurunan produksi kelapa di desa Seruat Dua, bukan hanya dialami satu dua petani. Ada ratusan petani yang kini sedang was was. Problemnya sama: kelapa mereka makin berkurang buahnya. Warga desa yang merupakan petani tradisional dan mengandalkan pengetahuan dari pendahulu mereka ini belum tahu langkah seperti apa yang harus mereka lakukan. Sebelumnya kejadian seperti ini tidak pernah terjadi.

Ketika ditanya soal luas kelapa yang sudah mati, Muhammad Yunus tidak bisa menjawab pasti. Menurutnya lokasi yang mati maupun yang tidak berbuah sudah sangat luas. “Saya tidak bisa menghitung secara rinci, kemungkinan sudah ribuan hektar yang mati,” ujar Yunus dan kemudian melanjutkan kalimatnya, ”Kalau dihitung sudah puluhan ribu pohon yang mati. Kalau yang sudah tidak produktif, saya tidak persis berapa globalnya, tapi bisa dikatakan sudah ada 500-600 hektar sudah tidak produktif. Boleh dikatakan sudah tidak menghasilkan apa-apa itu.”

****

Kelapa adalah sumber penghasilan bagi warga desa Seruat Dua. Desa ini termasuk penghasil kopra terbesar di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Kopra adalah daging kelapa yang dikeringkan dan digunakan sebagai bahan pembuat minyak goreng. Kopra dari dari Seruat Dua biasanya dikirim ke Pontianak oleh para penampung. Sebelumnya desa ini mampu menghasilkan 150 ton kopra pertiga bulan. Tapi menurut warga, produksi kopra di desa ini kini sudah jauh menurun. Diperkirakan hanya tinggal 40-50 ton saja, kata Iswandi, salah seorang warga.

Di sebuah pondok kecil, di tengah kebun kelapa, Mak Nimah sedang sibuk mencungkil satu per satu daging kelapa dari kulitnya. Batok-batok kelapa yang dilempar ke luar pondok menghasilkan suara gemeretak. Ada 4 orang perempuan yang membantu Mak Timah. Mereka dibayar berdasarkan jumlah kelapa yang dicungkil. Beberapa keranjang sudah penuh terisi daging kelapa. Daging kelapa yang sudah dicungkil ini selanjutnya dikeringkan dengan cara diasapi selama beberapa jam.

Produksi kopra inilah yang menjadi sumber penghasilan Mak Nimah. Maka wajar saja bila perempuan ini resah saat buah kelapa miliknya banyak yang tak berbuah. “Dulu tidak seperti ini. Buah kelapa melimpah. Tapi sekarang semakin berkurang. Saya bingung harus bagaimana,” keluh Mak Nimah.

Mayoritas warga Desa Seruat Dua menggantungkan hidup pada produksi kopra. Ketika kopra menurun, pendapatan warga juga berkurang. Inilah yang dialami Iswandi, warga setempat. Dulu dari 1 hektar kebun kelapa miliknya, dia bisa memperoleh uang 1,5 juta, tetapi sekarang hanya 300 ribu rupiah.

“Kebun kelapa saya ada 1 hektar lebih, tetapi buahnya makin berkurang. Dulu dari kebun itu, bisa dapat jutaan rupiah. Tetapi sekarang susah. Paling hanya bisa dapat 300an ribu. Mau cari penghasilan lain sulit. Karena di sini susah mau bercocok tanam lain, selain kelapa. Makanya kami sekarang harus menghemat uang, supaya masih bisa tetap makan. Beberapa warga coba menggarap tanah kosong di dekat hutan untuk ditanami jagung. Tapi itu juga kena serang hama babi hutan.”

Warga desa kerap berseloroh akan melamar kerja Bank saat ditanya apa yang akan mereka lakukan jika kebun kelapa mereka sudah habis. Maksudnya kerja sebagai pegawai bank Pak? “Bukan. Maksud saya kerja jadi kuli bangunan,” jawab Syamsudin, terkekeh. Tentu ini bukan sekedar gurauan biasa. Warga sama-sama resah bila harus berubah profesi. Jadi kuli bangunan misalnya. Warga selama ini sudah merasa cukup dari hasil kebun kelapa mereka. Karena itu keresahan muncul saat kebun kelapa banyak yang tak berbuah.

“Betul betul resah sudah. Karena memang selama ini hidup kami hanya bisa mengandalkan berkebun.. berkebun.. berkebun.. Tidak ada pencarian lain di sini. Tidak seperti di kota-kota, kalau tidak berkebun bisa kerja berkuli atau kerja di pasar atau dimana. Kalau di sini tidak ada. Mau berkuli pun ya di kebun. Pencarian kami benar-benar di kebun. Kalau kebun rusak, otomotis kami tidak bisa apa-apa,” ujar Syamsudin dengan raut wajah sedih.

Iswandi, pemuda desa setempat bercerita, warga punya kebiasaan meminjam uang kepada penampung. Setelah panen biasanya mereka akan membayar hutang tersebut. Namun karena produksi berkurang, mereka kini terjerat hutang.

***

Desa Seruat Dua berada di pesisir Kabupaten Kubu Raya. Desa ini bukanlah daerah yang mudah dijangkau dengan jalan darat. Belum ada jalan yang memadai untuk ke sana. Jika memaksa melalui jalur darat, siap-siap lah menggunakan jalur perkebunan kelapa sawit. Tentu dengan resiko menemui jalan yang licin dan rusak parah. Lebih-lebih bila sedang musim hujan.

Jalur yang aman dan kerap dipakai warga adalah menggunakan jalur sungai. Umumnya warga menggunakan kapal klotok yang melintasi Sungai Kapuas. Butuh waktu sekitar 5 jam dengan transportasi ini. Tapi jika ingin lebih cepat sampai bisa menggunakan speedboad, yang bisa ditempuh dalam waktu kurang dari 2 jam.

Sungai-sungai baik besar maupun kecil dengan mudah ditemui di desa ini. Kehidupan warga sangat erat dengan sungai. Sungai menjadi sarana penghubung antar kampung dan sekaligus juga sebagai sumber penghasil ikan, kepiting, dan kepah. Namun, banyaknya sungai yang menghubungkan wilayah pesisir dan kampung telah menghasilkan masalah tersendiri. Menurut keyakinan warga, air laut terus merangsek masuk ke desa melalui sungai-sungai tersebut. Syamsudin menegaskan kembali soal ini ketika kami melalui menyusuri aliran air sungai dari arah pesisir. Lelaki ini dengan lincah turun dari perahu dan menunjukkan lokasi yang beberapa tahun lalu ditempati namun kini sudah ditinggal pergi penghuninya.

“Di sini dulu banyak rumah, Pak. Nah di situ ada dulu ada masjid, di situ ada rumah besar. Sekarang bapak lihat, hanya tinggal semak-semak. Semuanya sudah pindah,” beber Syamsudin.

Di sejumlah tempat saya masih melihat sejumlah nisan yang tidak terawat dan ditumbuhi rerumputan yang meninggi. Ini menjadi pertanda bahwa di lokasi tersebut memang pernah ada perkampungan. Kami bergerak ke tempat lain. Di sejumlah tempat, ada puluhan rumah yang sudah tampak reot, tak berpenghuni. “Ada yang pindah ke Pontianak, ada yang ke Sungai Jawi, pokoknya banyak tempat lah. Soalnya wilayah ini sudah terendam air laut,” ujar Syamsudin sambil sesekali menunjuk ke rumah kosong di depannya.

Menurut Syamsudin desanya sudah 3 kali berpindah lokasi karena terendam air laut. Setiap kali terendam, warga harus mencari tempat lain sebagai lokasi desa yang baru. Biasanya lokasinya bergeser sekitar 2 kilometer dari desa sebelumnya, menjauhi pesisir. Namun belakangan ini warga khawatir, karena wilayah desa yang sekarang ditempati juga mulai dimasuki air laut.

“Sekarang bapak sendiri bisa lihat, baru 3 hari tidak turun hujan airnya sudah asin, bahkan sudah tidak layak untuk dipake mandi. Mungkin dalam seminggu ini mungkin airnya bisa dibikin garam. Seperti apa yang kita lihat sekarang, kita sudah tidak bisa bercocok tanam lagi, cuma yang bisa hidup di sini cuma kelapa, mungkin karena kelapa ini bisa tahan air asin dalam jangka waktu selama satu tahun, setelah itu tidak produktif lagi,” papar Muhammad Yunus.

Dalam beberapa tahun mendatang, bisa jadi wilayah yang sekarang mereka tempati juga digenangi air laut. Bila air semakin tinggi, rumah, masjid, dan tanaman warga akan musnah. Sialnya, separuh lebih hutan desa yang berfungsi menetralisir dan menahan air laut telah berganti menjadi kebun kelapa sawit.

“Karena air asin ini masuknya ke dalam parit sekunder, masuknya ke kampung-kampung ini, karena hutan-hutan ini sudah menipis, air tawarnya tidak ada yang menampung. Karena di hutan yang melindungi desa seruat dua, yang kami anggap sebagai hutan lindung ini sudah menipis dibabat, bahkan sudah hampir habis,” kata Muhammad Yunus.

Untuk mengurangi masuknya air laut ke perkampungan, warga lantas membendung sungai-sungai. Mereka menyewa alat berat untuk membangun bendungan dari tanah sepanjang 11 kilometer. Mereka menancapkan batang-batang kelapa untuk memperkuat bendungan. Warga merasa ini sudah mencukupi untuk menghalau air laut. Namun ini jadi masalah tersendiri karena warga sama sekali tak membangun pintu air. Pada musim hujan, air dari kampung tak bisa keluar dengan ke laut. Banjir sangat rentan terjadi. “Kami tak punya cukup uang untuk membangun pintu air. Terlalu mahal, karena jumlah sungai yang ditutup cukup banyak,” ujar Sutami, kepala proyek pembangunan bendungan.

****

Lantas apa hubungan antara masuknya air asin dengan kematian kelapa?

Ketika liputan ini dilakukan, belum ada satu pun instansi pemerintah meneliti masalah ini. Lokasi yang jauh dan terpencil diduga membuat informasi soal kematian ribuan hektar kebun kelapa ini belum sampai ke pemerintah kabupaten Kubu Raya.

Saya menyambangi Laboratorium Hama Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Kepada Kepala Lab, Sarbino, ditunjukkan sejumlah foto dan video tentang kondisi kelapa di desa Seruat. Sarbino menjelaskan, air asin yang masuk secara berlebihan akan mengurangi kesuburan tanaman. Pengaruhnya, buah berkurang atau bahkan sama sekali berhenti berbuah. Sementara kelapa yang tidak subur akan sangat rentan diserang hama.

Hama yang menyerang kelapa di Desa Seruat Dua, kata Sarbino, adalah kumbang badak. Hama ini menyerang titik tumbuh: bagian penting tanaman yang menjadi pusat tumbuhnya daun. Gejala serangan hama ini adalah munculnya daun berbentuk kipas. Serangan hama kumbang badak bisa mematikan pohon kelapa hingga daunnya habis tanpa sisa.

Kepala Balai Proteksi Tanaman Perkebunan Kalbar Sajarwadi menjelaskan hama kelapa ini umumnya menyerang di malam hari, langsung menuju ke batang. Karenanya, petani sering tidak tahu jika kelapa mereka telah terserang hama.

Peneliti dari Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, Kukuh Hernowo mengatakan satu kumbang badak bisa mematikan satu pohon kelapa. Batang kelapa mati selanjutnya akan menjadi sarang untuk berkembangbiak.

Kepala Balai Proteksi Tanaman Perkebunan Kalbar Sajarwadi berjanji akan mengirimkan tim ke Desa Seruat Dua, untuk menyelidiki kematian kelapa di sana.

“Kita akan cek ke lokasi, kita kirimkan tenaga teknis ke sana untuk menginventarisir permasalahan yang ada dan sekaligus biasanya akan dilakukan penyuluhan dan pembinaan kepada petani, dan nanti akan kita atur strategi pengendaliannya,” janji Sajarwadi.

Kembali ke Desa Seruat Dua. Selama beberapa tahun terakhir warga menderita. Warga khawatir, serangan terhadap kebun kelapa mereka makin luas. Entah itu karena air laut maupun kumbang badak. Apalagi sampai saat ini belum ada satu instansi pemerintah pun yang mengatasinya.**

suarapenyungkil.blogspot.com
No comments